kebangkitaNya Menyelamatkan
Tablo diadakan pada Jumat Agung 19 april 2019
Sejarah Tablo
Tablo didefinisikan sebagai sebuah seni drama tanpa suara, yang mengisahkan ceritia - cerita rakyat,legenda dan sejarah. Umat Katolik memainkan drama Tablo sebagai bagian dari pekan suci yang dilakukan selama seminggu sebelum perayaan Paskah. Drama Tablo mengenai perjalan Yesus Kristus menuju Bukit Tengkorak di mulai sejak abad ke - 14 yang diperkenalkan oleh biarawan dari Ordo Fransiskan sejak Santo Fransiskus Asisis mengalami stigma atau penglihatan. Drama Tablo perjalan Yesus ke Bukit Tengkorak ini menyebar ke 10 Gereja Katholik Roma pada pertengahan abad 14. Selama pertengahan abad 14 - 17 rute belum ditentukan secara pasti berapa banyak rute yang harus dijalani, sehingga pelaksanaanya selalu berubah - ubah setiap tahunya, barulah pada abad ke 18 rute jalan salib di tetapkan oleh Paus Klemens XII rute jalan salib memiliki 14 perhentian.
Drama tablo yang dilakukan oleh Pastoran Atma Jaya Jakarta dilaksanakan pada tahun 1991 hingga saat ini, Walaupun drama ini merupakan drama perjalanan tentang Yesus Kristus akan tetapi pada pelaksanaanya drama tablo Atma Jaya Jakarta melibatkan pemain non kristiani yang mau berpartisipasi secara sukarela.
Yang istimewa dari misa ini adalah tablo, atau pembacaan kitab suci kisah kelahiran Yesus Kristus yang diperagakan. Maka kisah itu seperti kejadian yang sesungguhnya.
Ceritanya dimulai ketika keluarga Yusuf dari Nazaret memenuhi permintaan Raja Herodes untuk mendaftarkan diri dalam rangka sensus penduduk.
Sesampai di Kota Betlehem, istrinya, Maria, harus segera bersalin. Malangnya, semua penginapan penuh. Kalau pun-masih ada, Yusuf tak kuat membayar.
Di tengah kegalauan, ada penduduk menawarkan sebuah tempat. Tapi tempat itu hanya berupa kandang ternak. Bergegas Yusuf dan Maria masuk, lalu membersihkan kandang itu untuk persiapan persalinan.
Benar, di tempat amat sederhana itu Maria melahirkan putra yang ia namai Yesus.
Ternyata, yang pertama-tama mendengar kabar gembira itu juga sekelompok orang sederhana, yakni para gembala yang tengah berjaga di malam buta.
Mereka melihat sebuah bintang terang di tengah padang gembalaan. Bintang terang itu menuntun para gembala menuju tempat kelahiran Yesus, didalam palungan, berlapis kain lampin, di Betlehem.
Menurut Sumijan, acara tambahan berupa tablo itu membuat misa menjadi lebih hidup. Umat pun serasa dibawa ke suasana agung kelahiran Yesus, yang penuh kesederhanaan.
Kesederhanaan itu juga melingkupi keseharian 9.000 umat Katolik paroki ini. Anugerah berupa tanah subur di kaki Bukit Menoreh, sebagian besar ditanami padi.
Pekarangan rumahpun masih mereka manfaatkan untuk bertanam coklat, pisang, dan buah-buahan. Mereka pun masih beternak ayam dan itik untuk mencukupi kebutuhan protein hewani


Nama Pemeran Tablo 2019
Yesus:Dominicus Rheza J.
Bunda Maria:Yulicha Hermawati Herman
Pilatus:Arnoldus Bluefino Pescana Wadu
Maria Magdalena:Noriana Vinchencha Nainggolan
Veronica:Emilia Fransiska Meilina
Yohanes:Sean Albertini Hutapea
Yakobus dan Algojo:Dony Nickolas
Petrus dan Simon:Ivan Wiryawan
Yudas:Christophorus Bintang
Imam-iman:Aditio Deniko Putro, Christophorus Bintang
Iblis:Xyavenna Aphrodyte Magasyiwa
Prajurit: Christophorus Bintang, Kevin Paredandan
Wanita Menangis:Genova Elsa M G W Wangge, Claudia, Vreesylia Asrian, Lidwina Nia Prananingtyas, dan Yosephine Dewi Kusumaningtyas
Rakyat:Renata Andira Putri, Jennifer Daniella Marthina, Ignasia Febrianti Sinurati
Syarat menjadi Pemain Tablo Unika Atmajaya:
- Mahasiswa/i Aktif Unika Atmajaya
- Bisa mengikuti seleksi pemilihan pemeran TABLO yang ditentukan Panitia
- Bisa mengikuti setiap rapat atau sesi latihan saat menjelang acara digelar nanti



